
Anand Krishna

Anand Krishna
Bangga dengan akar budayanya dari Peradaban dan Kebudayaan Sunda-Sindhu-Saraswati yang Gemilang, Anand Krishna dilahirkan di Solo, Jawa Tengah pada 1956.
Sejak usia belia, ia sudah menunjukkan bakat kepemimpinan yang luar biasa dalam setiap bidang yang ia geluti — dari dunia bisnis hingga spiritual. Tidak heran kalau dalam waktu singkat ia berhasil membangun sebuah kerajaan bisnis yang sangat sukses.
Namun, di balik kesuksesan itu, Anand Krishna menderita penyakit leukemia yang hampir merenggut nyawanya. Berhadapan dengan kematian, ia memutuskan untuk meninggalkan semua harta bendanya dan melakukan perjalanan spiritual yang mendalam.
Perjalanan itu membawanya ke berbagai penjuru dunia — India, Tibet, Nepal, Israel, Eropa — di mana ia berguru dengan para master spiritual dari berbagai tradisi. Pengalaman-pengalaman ini membentuk pandangannya yang unik tentang spiritualitas lintas batas agama dan budaya.
Sembuh secara ajaib dari leukemia, Anand Krishna kembali ke Indonesia dengan misi baru: berbagi kebijaksanaan spiritual yang ia peroleh dengan masyarakat luas. Ia mendirikan Anand Ashram, pusat spiritualitas dan pengembangan diri yang kini memiliki cabang di berbagai kota di Indonesia.
Hingga saat ini, Anand Krishna telah menulis lebih dari 170 buku tentang meditasi, yoga, filsafat timur, dan pengembangan diri dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Buku-bukunya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan dibaca oleh jutaan orang di seluruh dunia.
Melalui program-program pelatihan dan meditasi yang ia kembangkan, jutaan orang telah merasakan transformasi nyata dalam kehidupan mereka — baik dari segi kesehatan fisik, keseimbangan mental, maupun pertumbuhan spiritual.
Anand Krishna adalah pendiri Yayasan Anand Ashram, Yayasan Anand Krishna, Charter for Global Harmony, dan berbagai lembaga lainnya yang berfokus pada pengembangan manusia seutuhnya dan keharmonisan antar-umat beragama.
Visinya sederhana namun mendalam: Manusia Baru Indonesia — manusia yang sehat jiwa dan raga, cerdas, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peradaban.



